“Kami, gadis-gadis Jawa, tidak boleh memiliki cita-cita, karena kami hanya boleh mempunyai satu Impian, dan itu adalah saat-saat kami dipaksa menikah hari ini atau esok dengan laki-laki yang dianggap patut...
Tag: pemberdayaan perempuan
Fiksi
Mengembalikan Ruang Perempuan

Di mana lagi air mata hendak disembunyikan, ketika suara tangis kalah lantang dari luka-luka di sekujur tubuh sejarah Siapa yang harus bertanggung jawab atas nasib laki-laki yang kehilangan namanya, tanahnya...
